Selasa, 17 April 2012

Mengenal agen hayati

DASAR-DASAR PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN AGEN HAYATI


Penggunaan senyawa kimia, dari jenis pupuk dan pestisida masih merupakan kebutuhan utama dalam budidaya tanaman, terutama pada tanaman pangan dan hortikultura. Pada tanaman padi, penggunaan pestisida sudah mulai berkurang seiring telah ditemukan beberapa jenis agens hayati untuk menangani beberapa opt utama yang menyerang.
Tanaman hortikultura merupakan subyek perlakuan pestisida dengan dosis tinggi dan interval aplikasi yang semakin meningkat. Dengan keadaan tersebut justru akan menimbulkan kondisi yang menunjukkan semakin berkembangnya ras, biotip pathogen, hama yang lebih virulen, serta terjadinya eksplosi hama dan penyakit yang lebih sering terjadi.
Dalam era perdagangan bebas, dimana konsumen mulai memiliki kesadaran akan kesehatan dan lingkungan, mereka hanya mau mengkonsumsi hasil pertanian yang tidak membahayakan mereka . Disamping itu residu pestisida terhadap kerusakan lingkungan juga perlu mendapat perhatian yang lebih serius

JENIS - JENIS AGEN HAYATI

Agens hayati adalah setiap organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan atau mematikan suatu OPT, jenis agens hayati adalah sebagai berikut :

1. Agens Antagonis
Agens antagonis adalah bagian dari agens hayati yang berfungsi mengganggu kehidupan suatu OPT, khususnya penyakit tanah (soil borne), sehingga perkembangan OPT tersebut dapat dihambat. Agens antagonis cendawan yang sering dijumpai pada pertanaman pangan adalah Trichoderma sp. dan Gliocladium sp.
Penyakit-penyakit tanaman pertanian yang dapat diatasi dengan penambahan agens antagonis ke dalam tanah adalah penyakit yang disebabkan oleh Phytophthora sp., Fusarium sp. dan beberapa pathogen tular tanah lainnya yang menyerang pada tanaman kentang, cabai, pisang sawi dan terong. Demikian juga agens antagonis tersebut berpeluang mengendalikan busuk akar (jamur Armillaria melea ) pada tanaman apel.

2. Pathogen Serangga
Adalah mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi dan menimbulkan penyakit pada serangga. Pathogen tersebut terdiri atas jamur, bakteri dan virus.
Beberapa contoh hama tanaman pangan dan hortikultura yang telah dapat dikendalikan dengan pathogen serangga antara lain walang sangit dan wereng batang coklat pada tanaman padi, menggunakan Beauveria sp. atau Metharizium sp.
Untuk tanaman kedelai dan apel dengan menggunakan Spodoptera litura Nuclear Polyhidrosis Virus (Sl-NPV) untuk ulat grayak (Spodoptera litura) dan perusak polong Helicoverpa armigera dengan Helicoverpa armigera Nuclear Polyhidrosis Virus (Ha-NPV). Pada tanaman bawang merah, ulat grayak (Spodoptera exigua) dapat dikendalikan dengan Spodoptera exigua Nuclear Polyhidrosis Virus (Se-NPV).
Nematoda Entomopatogen (NEP) perpeluang mengendalikan hama tanaman apel seperti kutu hijau, tungau, Spider mite, cabuk merah, trips

3. Parasitoid
Adalah serangga yang hidupnya menumpang pada atau di dalam tubuh inang (serangga inang) dan hanya pada saat sebelum parasitoid tersebut dewasa.
Parasitoid yang sudah dicoba oleh Laboratorium PHP Pandaan Pasuruan adalah Trichogramma japonicum untuk mengendalikan hama penggerek batang padi. Selain itu spesies lain dari genus Trichogrammatoidea untuk mengendalikan hama Plutella xylostella (kubis), H. armigera dan penggerek polong kedelai (Etiella spp.).